Muara
Semerah Mudik, 1 Muharram 1447 H —
Semarak malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H di Desa Muara Semerah Mudik, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, berlangsung khidmat dan penuh makna. Bertempat di Masjid Baiturrahim, pemerintah desa dan masyarakat Desa Muara Semerah Mudik bekerja sama erat dengan Desa Muara Semerah sukses melaksanakan pengajian gabungan dua desa, yaitu pengajian Miftahullisan Syuhada dan pengajian Nurul Huda. Acara keagamaan ini diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan dilanjutkan dengan tahlil bersama, dihadiri langsung oleh seluruh anggota dan pengurus pengajian dari kedua desa, tokoh masyarakat, alim ulama, hingga kepala desa dari masing-masing desa.
Gambar 1.Pengajian Dua Desa
Dalam sambutannya, Kepala Desa Muara Semerah Mudik, Bapak Vasihan Yama Putra, S.E. — yang mewakili kepala desa kedua desa — menekankan bahwa momen ini bukan hanya sekadar pengajian biasa, melainkan menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah antarmasyarakat desa. “Kami sepakat untuk menjadikan pengajian gabungan ini sebagai kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan sekali, tepatnya di akhir bulan setiap malam Jumat,” ujarnya. Selain itu, beliau menambahkan bahwa setiap pengajian rutin nantinya akan menghadirkan buya atau penceramah ahli agama, yang benar-benar memiliki kompetensi dalam fiqih dan cabang-cabang keilmuan Islam lainnya agar kajiannya lebih berbobot dan bisa memberikan pencerahan kepada seluruh jamaah, bukan hanya sekadar ceramah biasa.
Bapak Vasihan Yama Putra,SE juga menegaskan bahwa terkait pembiayaan dan anggaran untuk keberlanjutan pengajian ini, pihaknya sepakat bersama kepala desa Muara Semerah untuk sama-sama memikul tanggung jawab. “Biaya-biaya penyelenggaraan pengajian ini tidak akan dibebankan kepada kas masjid maupun kas masing-masing kelompok pengajian. Semua kebutuhan akan disupport secara penuh oleh pemerintah desa masing-masing, sehingga tidak memberatkan pengurus dan jamaah,” imbuhnya. Komitmen tersebut diharapkan bisa menjadi contoh nyata bentuk kepedulian dan sinergi pemerintah desa dalam memajukan syiar agama sekaligus memperkuat persatuan warga.
Gambar 2. Pengajian dua desa
Selain kepala desa, turut memberikan sambutan hangat Pengurus Masjid Baiturrahim, Bapak Yon Supriadi, S.Pd., M.M. Dalam kesempatan itu beliau mengapresiasi dan mendukung penuh rencana pengajian rutin gabungan dua desa ini. Ia berpesan agar seluruh masyarakat baik itu pemuda karang taruna berpartisipasi aktif dan menjadikan momen pengajian sebagai sarana memperkaya ilmu agama dan mempererat persaudaraan. “Pengajian ini bukan hanya sebagai ritual rutin semata, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran agama secara mendalam dan dialog antar jamaah agar semakin memperkuat ikatan sosial dan spiritual di tengah-tengah warga,” katanya.
Suasana malam itu semakin terasa hangat dan syahdu, terutama saat pembacaan tahlil bersama dan doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kemajuan kedua desa. Masyarakat tampak antusias dan hikmat mengikuti setiap rangkaian acara hingga selesai. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen para kepala desa dan pengurus masjid untuk menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan masyarakat desa.
Ke depan, pengajian gabungan dua desa ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan desa yang lebih religius, harmonis, dan berakhlakul karimah. Dengan menghadirkan penceramah berkualitas dan pembahasan yang komprehensif, pengajian ini diyakini bisa menumbuhkan semangat belajar agama secara lebih mendalam di kalangan warga, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiah dan rasa kebersamaan antar warga dua desa. Dukungan dari kedua pemerintah desa serta partisipasi aktif seluruh masyarakat menjadi kunci utama keberlangsungan kegiatan positif ini. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, Desa Muara Semerah Mudik dan Desa Muara Semerah telah menunjukkan bahwa tradisi keagamaan bisa menjadi penggerak utama dalam membangun masyarakat madani, menebar nilai-nilai kebaikan, dan melahirkan generasi berakhlak mulia di masa depan.



0 Komentar
Berilah komentar yg sopan